Apakah Kau Tak Mendengar, Allah memanggilmu di Setiap Malam Bulan Ramadhan?
Oleh: Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati
Ramadhan adalah bulan rindu. Semua hal; suami yang merindukan istri akan
kepergiannya, istri yang merindukan suami akan kepulangannya, santri dan rantauan
yang merindukan hangat keluarga. Dan yang pasti, kering tenggorokan orang
berpuasa yang merindukan adzan maghrib dan sruput es kelapa. Aduuuh!
Ya, Ramadhan penuh keberkahan dan perasaan. Bulan ini penuh suka cita di
dalamnya. Tak ada kata strata, tak ada penghalang akan sesama. Miskin atau
kaya, susah atau mudah, pekerja atau nyonya, semua merasakan dampaknya.
Termasuk tukang gorengan di seberang jalan sana yang kewalahan menghadapi serbu
serang pelanggannya. Gerah dan panas wajan tak mampu menahan bulir-bulir
keringat itu jatuh tak tertahan. Keringat berkah, katanya. Sang Istri malah
ngitung duit. Haha.
Tak mengecualikan orang tersayang ataupun orang yang kita sayang tapi
dia yang tak sayang kita, ternyata ada yang diam-diam sayang dan merindukan kita.
Bukan Si Doi ataupun anak tetangga yang makin cakep aja, ternyata surga
merindukan kita, orang-orang yang berpuasa.
Dalam kitab Raunaqul Majalis dijelaskan,
قال صلى الله عليه وسلم الجنة مشتاقة الى اربعة نفر: تالى القران وحافظ
اللسان ومطعم الحيعان والصائمين في ثهر رمضان
“Surga itu rindu kepada empat golongan manusia; Orang yang gemar membaca
Al-Qur’an, orang yang menjaga lidahnya, orang yang suka memberi makan kepada
mereka yang kelaparan, dan orang yang berpuasa di bulan Ramadan.”
Ya, berpuasa di bulan Ramadhan sudah cukup membuat kita untuk dirindukan
surga. Tapi kalau kamu masih belum cukup, ya tinggal dilakukan 3 dari sisanya
itu. Auto triple kill surga merindumu. Benar-benar mabuk surga merindumu!
Weleh-weleh.
Surga merindu, bukan maksud apa. Tentu ia rindu agar kita memasuki dan
menjadi bagian dari ahli surga. Amiin. Tapi, ada yang lebih mantap dan lebih
weleh-weleh dari dirindu surga, ‘dirindu surga saja sudah mantap weleh-weleh,
apalagi dirindu selain surga? Emang siapa?’ tentu pertanyaan itu terbesit di
benak saat membaca tulisan di atas.
Ya, benar kita bisa dirindu oleh sesuatu yang melebihi surga. Serius! Bulan
puasa tak boleh bohong. Penasaran? Kita bisa dirindu oleh pemilik surga, dirindu
oleh Allah Swt.
Tanpa disadari, begitunya merindu, Allah membelenggu setan dan jin,
ditutup pintu-pintu neraka, dan dibuka pintu-pintu surga. Lalu, Allah memanggil
kita di setiap malam bulan Ramadhan.
روي عن النبي عليه الصلاة والسلام انه قال: اذا كان اول ليلة من رمضان صفدت
الشياطين ومردة الجن وغلقت ابواب النيران ولم يفتح باب منها وفتحت ابواب الجنان
ولم يغلق باب منها ويقول الله تعالى في كل ليلة من رمضان ثلاث مرت: هل من سائل
فاءطيه سؤله؟ هل من تائب فاءتوب عليه؟ هل من مستغفر فاءغفرله؟ ويعتق الله بكل يوم
من رمضان الف الف عتيق من النار قد استوجب العذاب واذا كان يوم الجمعة يعتق في كل
ساعة الف الف عتيق من النار فاءذا كان اخر يوم رمضان يعتق بعدد من اعتق من اول
الثهر
Diriwayatkan dari Nabi Saw, bahwa Beliau bersabda :
“Apabila tiba malam pertama bulan Ramadan, setan-setan dan jin-jin yang
durhaka semuanya dibelenggu, pintu-pintu neraka ditutup tanpa ada satu pintu
pun yang terbuka, pintu-pintu surga dibuka tanpa ada satu pintu pun yang
tertutup, dan Allah Taala, pada setiap malam dari bulan Ramadan itu, berfirman
tiga kali: “Apakah ada orang yang meminta, maka akan Aku beri permintaannya
itu?”. Apakah ada orang yang bertobat, maka akan Aku terima tobatnya itu?.
Apakah ada orang yang memohon ampun, maka akan Aku ampuni dia?”. Dan Allah
membebaskan pada setiap hari dari bulan Ramadan itu sejuta tawanan dari neraka,
yang seharusnya diazab. Dan apabila tiba hari Jumat (di bulan Ramadan), Allah
membebaskan, di setiap jam, sejuta tawanan dari neraka. Dan apabila tiba hari
terakhir dari bulan Ramadan, Allah membebaskan sebanyak orang yang telah
dibebaskan sejak awal bulan (hingga akhir bulan Ramadan).”
Sebagai makhluk berakal dan berperasaan, tentu kita merasa terpanggil.
Ternyata Allah sebegitu sayangnya pada kita. Kita malah menyia-nyiakannya dan
biasa. Ayo kita berubah, selangkah menuju kebaikan. Bukannya mumpung, kita mulai
semua dari Ramadhan.
Apakah kau tak mendengar? Allah memanggilmu di setiap malam bulan
Ramadhan!
Hei, kamu.
Iya, kamu!
Komentar
Posting Komentar