Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2024

Puasa: Hikmah Spiritual

 Oleh: Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati Suatu hari, penulis ini membaca sebuah buku. Tidak ada maksud apa-apa, selain karena memang murni ingin baca buku. Kebetulan, untuk edisi baca buku kali ini tidak seperti biasanya: tidak ada sruput kopi atau hanya sekedar cemil jajanan. Karena memang, ini Ramadhan! Puasa! Hingga, di detak detik yang kesekian, penulis ini begitu sulit konsisten akan bacaannya. Bukan karena apa, keterangan pada suatu lembar di buku Kearifan Syariat karya Forum Kalimasada (Kajian Ilmiah Tamatan Siswa 2009) Pondok Pesantren Lirboyo, memaksa penulis yang sedang membaca ini untuk kembali menulis. Apalagi keterangan di buku itu adalah perihal Ramadhan, termasuk puasa. Salah satu pertanyaan yang mengusik, “Sebenarnya hikmah apa yang didapat dari berpuasa?” Pertanyaan tersebut dijawab dengan mudah oleh buku tersebut, setidaknya ada 4 hikmah yang didapat saat kita berpuasa: Spiritual, Sosial, Psikologis, dan Medikal. Dengan kenyataan bahwa pembahasannya begitu panjang ...

Apakah Kau Tak Mendengar, Allah memanggilmu di Setiap Malam Bulan Ramadhan?

Oleh: Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati Ramadhan adalah bulan rindu. Semua hal; suami yang merindukan istri akan kepergiannya, istri yang merindukan suami akan kepulangannya, santri dan rantauan yang merindukan hangat keluarga. Dan yang pasti, kering tenggorokan orang berpuasa yang merindukan adzan maghrib dan sruput es kelapa. Aduuuh! Ya, Ramadhan penuh keberkahan dan perasaan. Bulan ini penuh suka cita di dalamnya. Tak ada kata strata, tak ada penghalang akan sesama. Miskin atau kaya, susah atau mudah, pekerja atau nyonya, semua merasakan dampaknya. Termasuk tukang gorengan di seberang jalan sana yang kewalahan menghadapi serbu serang pelanggannya. Gerah dan panas wajan tak mampu menahan bulir-bulir keringat itu jatuh tak tertahan. Keringat berkah, katanya. Sang Istri malah ngitung duit. Haha. Tak mengecualikan orang tersayang ataupun orang yang kita sayang tapi dia yang tak sayang kita, ternyata ada yang diam-diam sayang dan merindukan kita. Bukan Si Doi ataupun anak tetangga yang makin...

Puasa adalah Milikku dan Aku Akan Membalasnya

Oleh: Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati Puasa adalah ibadah yang penting. Selain termasuk salah satu dari rukun islam, puasa banyak manfaat dari kaca mata kesehatan dan jiwa karena berkat menahan lapar dahaga itu. Tak hanya itu, pentingnya, puasa langsung menghadap Allah. Maksudnya, jika syahadat, masih bisa orang tau dengan mendengarnya. Sholat, masih bisa orang tau dengan melihat gerakannya. Zakat, masih bisa orang tau karena menerima hasil zakatnya. Haji, masih bisa orang tau karena menyaksikan keberangkatannya. Lalu, puasa? Lesunya wajah atau tidak, itu tak terlalu penting. Niat dan semua kesungguhan tergantungkan kepada Allah Swt. Oleh karena itu, kita sering mendengar akan dalil, الصوم لي و أ نا أجزى به “Puasa adalah milikku dan aku akan membalasnya.” Dalam kitab Durrotun Nashihin yang menukil dari kitab Miftahu As-Sholat , Syekh Utsman bih Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubawi menjelaskan akan penafsiran dalil tersebut, روي عن رسول الله صلى الله عليه وسلم حاكيا عن ربه تعالى: و...

Puasa: Derajat dan Rahasianya

Oleh: Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati Semua hal yang disyariatkan dalam islam pasti ada hikmahnya. Ada manfaatnya. Hal-hal yang diperintahkan, pasti ada hal baik di dalamnya. Begitu pun dengan hal-hal yang dilarang, pasti ada hal buruk di dalamnya. Semua sudah terkonsep rapih. Dalam Islam, Rosulullah Saw telah mensyariatkan ibadah-ibadah dan amaliyah sehari-hari yang perlu kita laksanakan. Sebut saja puasa. Puasa adalah ibadah yang penting dan termasuk ke dalam rukun islam. Begitu pentingnya dibanding dengan ibadah yang lain, puasa hubungannya langsung dengan Allah. Hanya ia dan Allah saja yang tau. Sholat masih bisa orang tau, begitu pula dengan zakat dan ibadah haji. Tetapi puasa, sekali lagi, hanya ia dan Allah saja yang tau. Puasa disyariatkan pada Umat Islam. Terutama puasa wajib pada saat Ramadhan. Begitu seterusnya dengan puasa sunah lainnya. Ibadah menahan hawa nafsu yang dilakukan semenjak fajar sampai terbenamnya matahari dengan kegiatan dan aktifitas yang harus tetap berjalan. Kenap...

Enaknya Jadi Umat Muhammad Di Bulan Ramadhan!

Oleh: Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati Kalau boleh dikata, Ramadhan adalah hari raya Umat Muhammad, رَجَبُ شَهْرُ اللهِ، وَشَعْبَانُ شَهْرِي، وَرَمَضَانُ شَهْرُ أُمَّتِي Bagaimana tidak, pada Bulan Ramadhan Allah Swt memberikan segalanya untuk kita selaku Umat Muhammad. Rahmat dan nikmat, serta ganjaran dan ampunan yang tak terkira. Segala amal sholeh yang kita lakukan pasti akan dibalas dan dilipat gandakan. Bahkan tidur kita saja dihitung ibadah. نَوْمُ الصَّائِمِ عِبَادَةٌ وَصُمْتُهُ تَسْبِيْحٌ وَعَمَلُهُ مُضَاعَفٌ وَدُعَاؤُهُ مُسْتَجَابٌ وَذَنْبُهُ مَغْفُوْرٌ “Tidurnya orang puasa adalah ibadah, diamnya adalah tasbih, amal ibadahnya dilipatgandakan, doanya dikabulkan, dan dosanya diampuni” (HR Baihaqi). Begitu enaknya jadi umat Muhammad di Bulan Ramadhan! Dalam kitab Durrotun Nashihin , Syekh Utsman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syakir Al-Khaubawi menelaskan enaknya jadi umat Muhammad di bulan Ramadhan, وفي الخبر: اذا هل هلال رمضان صاح العرش والكرسي والملائكة ومادوهم يقولون طوبى ل...

Segala Kewih-Wihan Tarawih!

Oleh: Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati  Ramadhan adalah bulan ibadah. Selama sebulan penuh kita berpuasa menahan lapar dahaga. Menahan segala nafsu syahwat. Segala perkunyahan duniawi yang los-los aja dilakukan di siang hari, ketika sudah memasuki bulan Ramadhan, maka menjadi no! t ak boleh. Stop dulu untuk segala tes kriuk dan glegek es degan. Tahan. Jika adzan maghrib sudah berhadapan, ya silahkan!             “Kan, musafir bisa?” Emang bisa. Jika jarak yang ditempuh musafir sudah mencapai 80 km, dalam syariat, tak apa. Tapi logikanya,   masa mau makan bakwan plus sruput es degan harus 80 km dulu? Selain itu, dalam Ramadhan , umat islam penuh kesurupan. Kesurupan ibadah. Pada bulan-bulan lain yang awalnya biasa-biasa aja dan sewajarnya, tapi ketika datang bulan Ramadhan menjadi rajin jama’ah, sedekah bagi-bagi takjil, balapan khatam Al-Qur’an, I’tikaf tak pulang-pulang. Masya Allah! Dengan menyingkirkan segala suudzon,...