Puisi, Katanya

PELANGI

Oleh: Muslikhatul Nur Rosyidah


Tangisan bumi terhenti

Kau datang bagaikan pengganti

Melintang panjang menghiasi

Warna-warni melukis bumi


Ada merah

Ada kuning

Ada hijau

Di langit biru

Oh pelangiku.....


Kau begitu mempesona

Saling melengkapi warna

Walau kau terpisah

Tapi selalu bersama

Hingga tercipta kebersamaan yang indah


KIPAS ANGIN

Oleh: Aqna Mumtaz Ilmi Ahbati


Bulat bentukmu

Memberi kesegaran tanpa jemu

Mengikat tawa dengan temu

Kipas, aku sayang kamu


Panas kadang menyapa raga

Badanku berkeringat sejadi-jadinya

Dimana ku temu segar jiwa?

Sana, anginmu sana


SURGAKU

Oleh : Afnana Lailatul Inayah


Wahai ibu...

Hari-hariku sungguh indah karenamu

Dikala ku jauh darimu

Masakan dan belaianmu buatku rindu

Saat hatiku gundah kau kuatkan aku

Saat aku bimbang kasihmu meyakinkanku

Saat orang lain meremehkanku

Engkau tak pernah berhenti mendukungku

Doamu senantiasa menerangi jalanku

Sepanjang masa, tak terhingga kasihmu untukku

Tanpamu, siapalah aku?

Ibu engkaulah surgaku...


NYAMUK

Oleh: Ahmad Jalaludin Romli


Menyukai hal kotor

Mendiami hal bau

Terbang sana-sini

Menabrak-nabrak wajahku!


Kututup rapat makananku

Agar kau tak masuk dan hinggap

Aku tau kamu lapar

Tapi, aku lebih lapar!


IBU

Oleh : Elia Lutfia Rahmah


Engkau bagaikan mutiara

Yang sangat berharga bagiku

Engkau bagaikan matahari

Yang memberikan sinar ketenangan

Oh... ibuku

Begitu banyak jutaan keluh kesahmu

Yang kau korbankan untukku

Begitu banyak jutaan keringat yang

Kau cucurkan untukku

Begitu banyak doa-doa yang kau

Panjatkan untukku

Terimakasih ibu


BINTANG

Oleh: Qurathul Aini


Bintang begitu indah sinarmu menghiasi

Langit malam

Bintang kau selalu setia menemani

Malam meski terkadang awan menghalangimu

Bukankah itu hal tak mudah untuk

Selalu menerangi kegelapan

Bersaing dengan pancaran sinar bulan

Yang tak ingin kalah indah darimu


Bisakah aku menggapaimu meski

Dalam mimpi tidurku

Keindahanmu mampu membuatku

Ingin memilikimu

Bahkan pandanganku telah terkunci

Tak ingin berpaling

Kabut awanpun menghiasi langit

Dengan angin yang menderu


NAMAKU

Oleh: Rizqia Farhani


Aku mempunyai nama

Nama itu panggilanku

Nama itu identitasku

Namaku jati diriku


Namaku sangat berharga

Hadiah dari orang tua

Namaku kan ku jaga

Untuk dikenal dunia


HIJAU SEKOLAHKU

Oleh ; Siti Ummi Syafa’ah


Disini aku menemukan hidup baru

Dalam deraian syukur dalam kalbu

Menatap masa depan didalam rumah keduaku

Sekolah tempatku mencari ilmu


Disini, kehijauan yang menghampiri ruang dan waktu

Angin semilir diterpa kesejukan

Membalai tubuhku lembut

Kedamaian merasuk dalam hati


Disini, di sekolahku

Aku duduk dibawah pohon

Diatas rumput hijau yang indah dipandang mata

Sekolah adalah taman terindah mencari ilmu


HUTANKU PELINDUNG

Oleh: Siti Khoirotun Nisa’


Setiap musim hujan tiba

Ini hatiku berdebar-debar

Takut ada yang datang bencana

Kedesaku walau sebentar


Kini banjir andang menerjang

Kareba telah hilang hutan

Pohon-pohon banyak ditebang

Hujan mencurah banjirpun datang


KUCINGKU

Oleh: Fitria Nuraini


Terimakasih telah menjadi sosok teman untukku

Termikasih telah memenuhi hari-hariku dengan suara meong-meong

Aku ingat pertama kali kita bertemu

Kau mencari makn dijalan

Namun rasa hati ini ingin membawamu pulang

Supaya kau kurawat dan kujaga

Memberimu makan, supaya tidak kelaparan

Setiap aku keluar rumah

Aku tak sabar ingin cepat-cepat pulang

Ingin menceritakan segala beban dan isi pikiran

Karena hanya engkau

Teman dikala suka dan duka

Terimakasih kucingku


GURU

Oleh: Zidna Ilma Wahdana


Guru kau pahlawan tanpa tanda jasa

Mengabdi untuk bangsa

Membagi ilmu untuk kami

Dengan penuh kesabaran


Didikan terhadap kami

Keperdulian dan kasih sayangmu

Yang selalu memberikan

Takkan pernah terlupakan


Kenakalan yang kami buat

Pasti membuatmu kecewa

Membuatmu marah terhadap kami

Kami minta maaf guru


Jasa-jasamu guru

Takkan dapat kami balas

Dan kami kenang sepanjang masa

Terimakasih guru


GURU TERCINTA

Oleh: Alivia Wulan Ayu Saputri


Guru....

Engkaulah harapanku

Engkau yang mendidik kami

Aku berterimakasih kepadamu ibu guru


Guru....

Hampir setiap hari kita ketemu

Kita bertemu disekolah

Di sekolah kami mencari ilmu denganmu guru


Guru....

Kau selalu disisiku

Kalau kita berpisah aku rela

Aku menyayangimu guru


SATPAM

Oleh: Berka Hasby Anggara


Wajahmu lusuh tak berdaya

Meski tegap langkah

Kapanpun kau takkan pernah menyerah

Pagi seolah detak jantung

Jasamu takkan pernah terhitung

Wajahmu kusam

Badanmu asam

Dihatimu tersemayam

Khidmah lil masyayikh tertanam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puasa adalah Milikku dan Aku Akan Membalasnya

Benarkah Kamu Merindukan Ramadhan?

Enaknya Jadi Umat Muhammad Di Bulan Ramadhan!